.
.
.
Jflo_Starlight
.
.
.
[4]
Ayunanya tertahan, ayunan sepenuh tenaganya dengan teriakan yang biasanya membuat orang lebih kuat seperti di anime ditahan.
“AARRRGH!” Melanjutkan teriakanya dia menekan payung kearah lawanya berharap bisa menang adu kuat.
Payung itu berhasil didorong kearah lawan namun Taehyung merasakan payung itu kembali didorong ke posisi awal.
Dengan mudah tanpa ada suara sama sekali dari si lawan.
Taehyung sudah di cek bahwa dia 85 persen tulang sisanya organ dan lain-lain
Jadi walau dia sudah mengeluarkan seluruh tenaganya sampai tanganya bergetar lawanya tetap tidak bergeming.
“ARR!” Dorong – Kembali.
“ARH!” Dorong – Kembali.
“ARF!” Dorong – Kembali.
“BORK!” Taehyung mendorong dan payung itu menghilang dari tanganya.
Sepertinya gonggongan dari Taehyung membuat lawanya kaget dan reflek membuang senjata-payung yang sepertinya mengenai wastafel karena Taehyung mendengar gelas odol disamping wastafelnya pecah.
Taehyung yang menumpukan beratnya ke payung tadi sekarang terjatuh, dia memejamkan matanya yang memang masih terpejam dari tadi.
Menunggu lantai keras yang tidak kunjung datang justru dia merasakan sesuatu melingkari pinggangnya.
‘Sesuatu’ itu memegang erat pinggangnya lalu bergerak mendorong Taehyung ke posisi berdiri kembali.
Lalu melepas diri seperti ular dengan suara karet yang ditarik perlahan.
‘Gomu gomu nya luffy kah? Plis jangan bilang itu monster tentakel gua gamau masuk he*tai asw.’ Pikirnya masih setia dengan mata terpejam.
“Ta!” Suara mencicit terdengar dari arah bawah, Taehyung ikut menunduk.
’Bocil kah? Tapi kuat amat bisa nahan gua, ah tapi anaknya goku gek masih bocil udah bisa bikin Kamehameha kali aj-‘
“Ta!”
“AAK! JAUH-JAUH LU TENTAKEL!” Taehyung melompat kebelakang saat ujung jaketnya ditarik-tarik oleh ‘sesuatu’ itu.
“Ta?”
“GAK! GABAKAL GUA JATUH KE TIPU MUSLIHAT LU!”
“Ta? Ta!”
“GAKKK! GAMAU GUA DIBUNTINGIN AMA ALIEN TENTAKEL AAA-”
Teriakanya berhenti saat tentakel itu menyentuh matanya, Taehyung bisa merasakan tekstur tentakel dimatanya.
Lembut seperti bonekanya dan squishy saat menekan matanya dan tidak ada bau aneh.
Tidak keras, berlendir ataupun bau seperti di berbagai he*tai.
“Ta~” Tentakel itu bercicit imut.
‘KimTae ini tentakel ada dirumah lu yang lu kunci, makanin makanan lu, lebih kuat dari lu, dan PUNYA TENTAKEL! Jan lengah KimTae mau nih orang imut or kagak’
Taehyung merasakan tentakel itu pergi dari matanya yang baru dia sadari ternyata dia masih memejamkan matanya.
Perlahan dia membuka matanya, mengerjap beberapa kali saat cahaya lampu menusuk matanya yang dari tadi gelap.
Dan dia melihat orang didepanya.
Orang mungkin bukan pilihan yang tepat.
Dia melihat sesuatu didepanya.
Dan Kim Taehyung akhirnya pingsan ditumpukan plastic makanan.
[5]
Taehyung membuka matanya perlahan, melihat atap apartemenya yang gelap hanya disinari cahaya lampu dari arah dapur.
Dia bangun bangun perlahan, menyadari dia ada di sofa dengan lautan sampah plastik.
‘Jir sejak kapan rumah gua jadi tempat sampah gini.’
Tanpa mengingat kejadian tadi, dia bangun untuk memunguti sampah yang berserakan.
Tanpa menyadari ada yang memperhatikanya dari arah dapur.
“Ta!”
“UOH!” Spontan melempar apapun yang ada ditanganya dan melihat kearah sumber suara.
Kecil, sekecil tuyul.
Itu saja sudah tidak normal.
Tapi bentuk kepalanya yang membuat Taehyung merasa dia bermimpi.
Kepalanya berbentuk hati.
Dan tubuhnya bewarna biru dengan polkadot kuning.
Di hatinya..-diwajahnya ada bibir? Kuning yang sedang tersenyum.
Daripada orang makhluk didepanya lebih mirip boneka.
“Ta!” benda itu mengeluarkan suara, tanganya diangkat keatas dengan wajah yang bahagia.
Taehyung mengerjapkan matanya, melihat sekitar ruanganya, mencari mungkin ada kamera tersembunyi sedang merekam reaksinya ke makhluk tuyul ini.
Tapi ruanganya tipikal pemuda single yang hanya butuh makan dan tidur jadi tidak ada pojokan-pojokan yang bisa menyembunyikan kamera.
Dan tumpukan komik dibawah lemari TVnya tidak dihitung, dan kumpulan merk Guc*inya dan polaroid-polaroid yang berserakan dan jake-
“Ta?” Taehyung menoleh cepat, menatap horror saat makhluk itu mendekatinya.
Makhluk itu bahkan tidak setinggi lututnya kalau dia tidak tahu makhluk itu bisa bergerak, bersuara dan MAKAN.
Taehyung boleh bilang makluk ini imut sekali.
Makhluk itu berhenti didepan lututnya dan menongak.
“Ta?”
Taehyung memejamkan matanya lalu menaruh kedua tanganya di jantungnya sambil menghela nafas.
‘Right in the kokoro.’
“Ta?” Merasa tidak digubris makhluk itu memanggil lagi tapi manusianya sibuk dengan entah apa yang dia lakukan.
Taehyung mendengar kembali suara karet yang ditarik, diapun membuka matanya dan membeku.
Makhluk yang tadinya sekecil tuyul sekarang menatapnya tepat dimata, Taehyung melirik kebawah melihat kaki kecilnya memanjang tidak normal.
Tidak normal karena hanya kakinya yang memanjang, tanganya masih pendek.
“Ta?” Makhluk itu memanggil.
Taehyung merasakan penglihatan menghitam.
[6]
Taehyung membuka matanya perlahan, melihat atap apartemenya yang gelap hanya disinari cahaya lampu dari arah dapur.
Dia bangun bangun perlahan, menyadari dia ada di sofa dengan ruangan yang rapi.
Taehyung mengerinyitkan keningnya.
‘Berasa de javu?’ Taehyung mencoba mengingat, mengudek-udek isi otaknya yang kosong.
Tidak aneh Taehyung tidak ingat sama sekali.
Mengangkat bahunya dia mengambil HPnya dari jaket.
‘4.20?’ Taehyung merasa ada sesuatu yang besar yang dia lupakan.
Apa? Apa yang dia lupakan?
Taehyung membelalakan matanya.
“Poki!” Taehyung melesat bangun dan berlari keluar, membuka pintunya dan mencari-cari plastik jajanan yang seharusnya ada didepan pintunya.
‘Paling diambil satpam gua ketiduran lumayan lama kan.’
Taehyung merasa aneh saat dia simpulkan bahwa dia ketiduran.
Dia menutup pintu dan menguncinya lalu berjalan ke ruang tengah melewati rak sepatunya yang rapi.
‘Kemaren gua rapihin rumah ya?’
Saat Taehyung sampai diruang tengah, dia melihat makhluk merah sedang duduk di counter memakan pokinya.
Barulah dia ingat segalanya.
Makhluk aneh yang masuk dan memakan sisa makananya tanpa dia ketahui.
Tapi bukan itu yang penting sekarang.
Po*kynya yang dia berjuang membelinya di Minimart bawah, menuruni jalanan dari rumahnya yang bisa dibilang seperti mendaki gunung.
Malam hari, sendirian, kesepian, kedinginan.
Taehyung berjalan cepat kearah makhluk yang membelakanginya.
Lalu dengan cekatan mengambil dari atas kepalanya, Spontan makhluk itu mengikuti gerakanya.
“Ta?”
“Enak ya makan makanan orang?”
Makhluk itu memutar badanya dan berdiri, bahkan dengan bantuan counter si merah ini tingginya baru mengenai dagu Taehyung.
Taehyung menatapnya tajam, mengambil Po*ky dari bungkus yang terbuka dan memakanya.
“Ta?”
“Siapa lu? Lu mau apa disini? Kok lu bisa ada dirumah gua?”
“Ta..?”
“Jawab ae, gini-gini gua bisa bela diri.” Ngibulnya Taehyung, sepertinya dia juga lupa adegan mereka adu kekuatan dengan payung.
Si merah tidak menjawab hanya memperhatikan Taehyung yang masih memakan Po*kynya dengan ganas.
Dia tidak tahu kenapa manusianya marah, tapi sepertinya di dunia ini masuk tanpa diundang itu tidak baik.
Untungnya si merah ingat titipan temanya.
Taehyung memperhatikan wajah makhluk didepanya yang tiba-tiba sumringah, dan memasukan tanganya ke.. kantong? Tunggu, itu bukan badanya? Itu bajunya?
Si merah mengeluarkan alat seukuran tangan Taehyung dengan bentuk seperti bakpau gepeng, hanya saja terdapat X O yang dibatasi garis, bagian X bewarna abu-abu dan bagian O bewarna putih.
Si merah memencet benda itu dan benda itu menyala, benda itu mengeluarkan sinar dan melayang di udara.
Taehyung berhenti makan, memperhatikan kejadian didepanya.
Si merah memencet kembali benda itu dan benda itu mengeluarkan sinar proyektor kecil dari bagian X O, membuat Taehyung tersentak kebelakang.
Proyektor itu menunjukan tulisan, tulisan yang sama sekali Taehyung tidak bisa baca.
Makhluk itu melihat Taehyung yang kebingungan, memencet kembali bakpau melayang tersebut dan suara elektronik menyapa Taehyung.
[HI.]
“H-hi?”
[KIM TAEHYUNG, 276 BULAN, LAHIR SAAT AKHIR BULAN DI AKHIR TAHUN LEBIH TEPATNYA 30 DESEMBER 1-9-9-5.]
“Maap ini bukan isi KTP kan?”
[VAN MENCARI “KTP”—- “KTP KEPENDEKAN DARI KARTU TANDA PENDUDU-]
“Barusan itu retorikal.”
[… VAN MENGERTI— MEMASUKAN “MAAP INI BUKAN ISI KTP KAN?” KE DOKUMEN CANDAAN MANUSIA.]
“..” Taehyung ingin menggeplak kepalanya sendiri. “Kalau boleh tahu, ada apa kalian kesini?” Taehyung bertanya to the point.
[TENTU ANDA BOLEH TAHU, KAMI ATAU LEBIH TEPATNYA TATA.]
Bakpau terbang yang memanggil dirinya Van itu menunjukan tanda panah kearah si merah.
“..Namamu Tata?” Taehyung bertanya yang diangguki antusias oleh si merah-Tata.
[KAMI MENCARI DARI PLANET KE PLANET UNTUK MEMBAGIKAN KASIH SAYANG, DAN SAAT KAMI MELEWATI PLANET BIRU INI KAMI MERASAKAN DUNIA INI YANG KEKURANGAN RASA KASIH SAYANG, JADI KAMI BERHENTI KESINI DAN MENCARI TEMPAT TINGGAL SEMENTARA YANG MENDUKUNG SELAGI KAMI MELAKUKAN MISI KAMI.]
“Dan tempat ku yang paling mendukung?”
[TATA MEMILIKI KEPERCAYAAN BESAR BAHWA TEMPAT ANDA DAPAT MEMBANTU MISI KAMI, KAMI TIDAK BERNIAT MENGANGGU KEHIDUPAN ANDA KAMI HANYA PERLU TEMPAT SEBAGAI MARKAS UNTUK MISI KAMI, KAMI HARAP ANDA BISA MENGERTI DAN VAN JUGA MENGERTI TRADISI KALIAN YANG DIPANGGIL ‘BARTER’.]
Tata memasukan tanganya ke kantong kembali, bagaimana dia bisa menaruh benda lebih dari satu di badan kecilnya itu diluar bayangan Taehyung.
Tata mengeluarkan berlian yang masih belum dibentuk sebesar gundu dari kantongnya.
Taehyung otomatis melongo, tidak sadar Po*kynya jatuh ke lantai.
KAMI MENCARI APA YANG PALING BERHARGA DI PLANET BIRU INI, DAN TERNYATA BATU PUTIH SANGAT BEHARGA DI PLANET KALIAN.
Taehyung meneguk ludahnya kasar. “Bagaimana kalian dapatkan itu? dan apa mau kalian?”
DI PLANET KAMI INI KAU TEMUKAN DIMANA SAJA, BIASANYA KAMI GUNAKAN SEBAGAI MAINAN DALAM BENTUK KERAS DAN BAHAN BAKAR SAAT DIHANCURKAN DAN DILELEHKAN.
Bagaimana mereka bisa melelehkan berlian Taehyung tidak mau tahu.
JADI TOLONG KERJA SAMANYA KIM TAEHYUNG KAMI AKAN BERUSAHA TIDAK MEGANGGU HIDUP ANDA SAMA SEKALI.
Tata maju kedepan Taehyung dan mengulurkan tangan bulatnya.
“Ta?” Tata menatapnya dengan mantap Taehyung bisa merasakan matanya membara walau dia tidak punya bola mata.
Atau dia punya?
Ini semua aneh dan tidak masuk akal tapi Taehyung seperti tidak punya alasan untuk menolak, seperti membiarkan makhluk aneh ini tinggal denganya adalah hal yang paling masuk akal.
Ada apa denganya.
Efek berlian kah?
Pasti efek berlian.
Taehyung perlahan mengangkat tanganya dan mengenggam tangan bulat tata di ketiga jarinya lalu Tata menaruh satu tanganya lagi diatas tiga jari Taehyung.
Menggerakan jarinya keatas bawah pertanda setuju dengan antusias.
Taehyung hanya merinding aneh memegang tangan bulatnya.
Walau itu benar lembut seperti yang dia bayangkan.